Namakan Bayimu Sebaik-baiknya agar Menjadi Orang Besar dan tidak terkena Penyakit, karena kebanyakan manusia memberikan nama yang asal, sehing Masa Depan Anaknya juga tidak Menjamin dan Kesehatannya pun sering terganggu Yang Paling bermasalah ketika dia terkena Penyakit yang yang Tak Henti-henti diobati sampai mengeluarkan banyak biaya, padahal tidak terpikir sebelumnya bahwa Nama itu merupakan Doa baginya

 
   
   
   

 

Mengenai Orang yang sudah Dewasa, Ini sebaiknya Bersedekah dalam jumlah banyak, karena kita tidak akan mungkin mengganti nama tersebut, Dan Janganlah kita Tersesat dengan ajaran atau informasi yang menyatakan kehidupan / Nasib Manusia tidak bisa berubah. Semuanya pasti bisa asal kita Berdoa , Berusaha dan Yakin Kepada ALLAH, SWT.

   
   
   
   

 

 

Nama yang diberikan kepada si Bayi : sebaiknya konnsultasi kepada yang lebih tahu, karena Rahasia Nama itu sangat berpengaruh juga pada Rejeki, Kesehatan dan Perilaku dan kebiasaanya

   
   
   
   

 

 

 

 

Menurut al-Hakim dalam Mustadrak, sahabat terbagi dalam beberapa tingkatan:

  1. Para sahabat nabi yang masuk Islam di Mekkah, sebelum melakukan hijrah, seperti Khulafa'ur Rasyidin
  2. Para sahabat nabi yang mengikuti majelis Darunnadwah
  3. Para sahabat nabi yang ikut serta berhijrah ke negeri Habasyah
  4. Para sahabat nabi yang ikut serta pada bai'at Aqabah pertama
  5. Para sahabat nabi yang ikut serta pada bai'at Aqabah kedua
  6. Para sahabat nabi yang berhijrah setelah sampainya Rasulullah ke Madinah
  7. Para sahabat nabi yang ikut serta pada perang Badar
  8. Para sahabat nabi yang berhijrah antara perang Badar dan perjanjian Hudaibiyyah
  9. Para sahabat nabi yang ikut serta pada bai'at Ridhwan
  10. Para sahabat nabi yang berhijrah antara perjanjian Hudaibiyyah dan fathu Makkah
    1. Khalid bin Walid
    2. Amru bin Ash
  11. Para sahabat nabi yang masuk Islam pada fathu Makkah,
    1. Abu Sufyan
    2. Mu'awiyah bin Abu Sufyan
    3. Ikrimah bin Abu Jahal
  12. Bayi-bayi dan anak-anak yang pernah melihat Rasulullah saw pada fathu Makkah

Sahabat nabi Muhammad yang terkenal:

Daftar sahabat nabi Muhammad Lain:

Qarin

Yang dimaksud dengan qarin dalam surat Qaaf 50:27 ialah yang menyertai. Setiap manusia disertai jin yang selalu memperdayakannya. Allah berfirman, artinya:

Yang menyertai dia (qarin) berkata pula: 'Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkan tetapi dialah (manusia) yang berada dalam kesesatan yang jauh... (QS Qaaf 50:27).

Manusia dan qarinnya itu akan bersama-sama pada hari berhisab nanti. Dalam sebuah hadits (HR Ahmad) Aisyah ra mengatakan:

Rasulullah SAW keluar dari rumah pada malam hari, aku cemburu karenanya. Tak lama ia kembali dan menyaksikan tingkahku, lalu ia berkata: "Apakah kamu telah didatangi syetanmu?" "Apakah syetan bersamaku?" Jawabku. "Ya, bahkan setiap manusia." Kata Nabi Muhammad SAW. "Termasuk engkau juga?" Tanyaku lagi. "Betul, tetapi Allah menolongku hingga aku selamat dari godaannya." Jawab Nabi (HR Ahmad).

Berdasarkan hadits ini, Nabi Muhammad juga ternyata didampingi qarin. Hanya qarin itu tidak berkutik terhadapnya. Lalu bagaimana mendeteksi keberadaan jin (misalnya di rumah kita), apa tanda-tanda seseorang kemasukan jin? Tidak ada cara atau alat yang bisa mendeteksi keberadaan jin. Sebab jin dalam wujud aslinya merupakan makhluk ghaib yang tidak mungkin dilihat manusia

Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. (Al-A'raf 7:27)

Tidak ada manusia yang bisa melihat jin, dan jika ada manusia yang mengklaim mampu melihat jin, maka orang tersebut sedang bermasalah. Bisa jadi dia mempunyai jin warisan atau pun jin hasil dia belajar. Kemampuan ini sebetulnya dalam Islam dilarang untuk dimiliki, dan termasuk dalam kategori bekerja sama dengan jin yang menyesatkan

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Al-Jin 72:6)

Sesungguhnya, tidak ada cara yang bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan jin. Jangan meminta bantuan orang yang mempunyai ilmu terawang. Sebab kalau kita meminta bantuannya, kita berarti telah meminta bantuan dukun musyrik yang dalam Islam merupakan dosa besar, bahkan bisa mengeluarkan seseorang dari Islam.

 

Yang bisa diketahui dalam hal ini adalah tanda-tanda keberadaan jin. Umpamanya, jin yang menampakkan diri pada seseorang di rumah atau ditempat-tempat tertentu. Atau anggota rumah/kantor yang sering kehilangan uang sementara menurut perkiraan sangat tidak mungkin ada orang yang mencuri. Atau orang sering kesurupan kalau memasuki tempat tersebut. Itu adalah bagian dari indikasi gangguan jin di tempat tersebut.

Jika sudah ada gangguan, maka Ruqyah Syar'iyyah adalah solusi islaminya. Ada pun jika tidak ada gangguan di rumah atau di tempat kita, maka pendeteksian keberadaan jin-jin jahat tak perlu dilakukan.

Demikian juga masalah deteksi jin pada diri seseorang. Tidak ada orang yang dapat melihat keberadaan jin secara pasti dalam tubuh seseorang. Kalau ada yang mengaku mampu mendeteksinya secara pasti, maka orang tersebut juga mempunyai jin yang tidak boleh dimintai bantuan.

Untuk memastikan keberadaan jin yang memasuki tubuh seseorang adalah juga dengan Ruqyah Syar'iyyah. Yaitu, terapi nabawi berupa membacakan ayat-ayat Al-Qur'an dan do'a-do'a yang ma'surat. Itulah satu-satunya cara islami yang diajarkan Islam untuk menangani segala kasus yang berhubungan dengan jin.

 

 

Home Apa Kenapa Cara  Obat 

Flash WebSite Design